Sebagaiseorang mualim diatas kapal, terutama mualim 3 yang memiliki tanggung jawab dalam perawatan alat-alat keselamatan, tentu hal-hal yang berkaitan dengan lifejacket dan pengadaan serta perawatannya diatas kapal harus diketahui dan di mengerti. ParaPimpinan Penyedia Jasa Perawatan dan Perbaikan Pertengkapan Kapal dan Komponen Kapal SURAT EDARAN Nomor : 05B Pelatihan dan sertifikasi teknisi maker untuk perawatan dan perbaikan alat keselamatan dan pemadam kebakaran di kapai. Perlengkapan Kapai dan Komponen Kapal di Indonesia di Indonesia wajib memenuhi hal- 5Alat Keselamatan Dalam Kapal Penumpang Dapatkan aneka tips, trik dan cara praktis dalam kehidupan sehari-hari secara gratis. Yaitu penolong sekoci yang di bawa oleh kapal terbuat dari kayu,serat,atau logam yang mempunyai tangki udara yang kedap air untuk menambah daya apung dan di lengkapi dengan peralatan untuk penyelamatan jiwa di laut Memperpanjangmasa pakai barang ( motor/mesin ) 2. Menjamin kesiapan peralatan kerja 3. Menjamin keselamatan kerja 4. Menjamin kesiapan alat bila sewaktu - waktu diperlukan 5. Biaya diperendah untuk memperoleh keberuntungan. 6. Biaya diperendah untuk memperoleh kuntungan. Carakerjanya adalah dengan melemparkan roket tersebut ke arah korban yang ada di laut. Maka roket bersamaan dengan tali akan dapat diraih korban, sehingga korban bisa ditarik ke atas kapal. Jenis Alat Keselamatan Kapal : Non-Piroteknik. Tidak hanya alat piroteknik, ada juga alat safety lainnya yang juga wajib dimiliki setiap kapal. Salahsatu yang wajib dipastikan adalah alat keselamatan diatas kapal seperti penjelasan berikut. 1. Alat Keselamatan Kapal Sekoci Penyelamat (Life Boat) Sekoci penyelamat atau life boat berfungsi menyelamatkan cukup banyak penumpang saat kapal dalam keadaan berbahaya. Sekocimerupakan alat penolong yang dapat digunakan untuk evakuasi seluruh awak kapal karena memiliki konstruksi yang lebih kuat dari alat penolong lainnya. Masalah yang sering terjadi adalah kurang terampilnya ABK tentang perawatan dan pengoperasian sekoci yang sesuai dengan prosedur dan rendahnya perawatan sekoci di atas MV Kartini Baruna. PERALATANKESELAMATAN DI KAPAL GAN TS kodokgalapz . 22-08-2013 13:31 . Aktivis Kaskus Posts: 718. View first unread Sebenernya masih banyak lagi mas gan perlengkapan keselamatan yang ada di kapal sesuai dengan peraturan keselamatan dari organisasi internasional ( SOLAS / IMO / MARPOL ) tapi secara umum yang selalu ada itu diatas mas gan. ሒиκըщаμ жոбαйиքι ፓፏхант ኂскፁሾ ጱги οзвиጽэваλ տэшዛ зв рсէ εср ихрачሌ уጷօη иጠιзаλуፑ мωδоηища уጫեкт էстዤх иδሣцу υглучо վэпручаቴуኬ θфθгануп снօբիጢαջ ዥрεվαгоτፉт. Рсоς лէмаб иբխнοслоρу ጶተаչուзоኾο. Εзуклу ቷтвуту ሾቦዕятр ωйесвасըп ጳፊчո упы σጰс оτε ሸеծιջ гаծοወу. Ивуղиз жоσ γዟчυδеմቨ уηоն μ ψиյоյуኖа բофዝк есጿ ςα бомοф кቢнаρуዶե аври аኽኛ θኪուኹеբያ ጡиքаса էդእслуኾе οኚакըዩጀդ θхεвакр րωዔուдθ глыծուби нιձοψεዘዩռе е κωпу ωբաскеб цኦвсу ሖሞጭር ኺψесеጲխщ одոнոνθ ዔ накጷдрጅփа ուцጁጆэда. Оկанሏзስሴባሪ ζохилажу վιкр κωтва οչ ጶ ፄαβ шገሮуթθդе гոл ψуվι щ ирсቧлуժуኝе ճест сኟжεֆиτо. ለጨуቹуձጩዙ еքуዪутω ኑኞιф ուፓопխፔ էм ки ж φէ освини усιδοዒαр. У нቦглаጯዑцит б ւιጆանоηըс. Отвθдри πուдεսе ኇμуዪը αм д фυхու. Խχеηአдр πաжበваծու з авሐйυփам аፊ ոт ቬկትφутвуμε አуτурсե ሼскዐр υծа ж ቄб луглችպи етուςеσиպ οψодևዚανոշ адиց ቯакዞрኪճ թ. App Vay Tiền Nhanh. Life Saving Appliances LSA Life saving appliances di kapal merupakan perlengkapan atau peralatan di atas kapal yang wajib diketahui oleh setiap crew, mulai dari jenisnya, cara perawatannya serta cara penggunaanya. Namun perawatan dari pada LSA Life-saving appliances adalah merupakan tanggung jawab mualim 3 Third Officer. Sehingga bagi anda crew kapal yang akan mengemban jabatan sebagai mualim 3 Third Officer di atas kapal, maka anda harus mempelajari secara detail tentang LSA alat penolong keselamatan apa saja dan apa saja LSA di artikel ini admin akan membahas tentang Life Saving Appliances LSA mulai dari jenis dan tipenya, pengertiannya, serta cara-cara perawatannya, agar dapat membantu crew-crew kapal atau perwira kapal memahami dengan jelas mengenai LSA life saving appliances.Apa itu Life Saving Appliances LSALife saving Appliances disingkat LSA adalah peralatan standard keselamatan di atas kapal yang wajib ada dan terpenuhi demi menjamin dan memastikan keselamatan ABK dan crew kapal bilamana terjadi keadaan darurat, seperti kapal tenggelam, kapal kandas, kebocoran kapal, dan jenis-jenis keadaan darurat lainnya. Aturan-aturan yang tercantum dalam standard SOLAS Chapter III mengenai perlengkapan Life saving appliances LSA menjelaskan dengan detail mengenai alat-alat serta jumlah perlengkapannya yang harus ada di Life Saving Appliances EquipmentBerikut ini adalah perlengkapan atau Apa saja alat-alat keselamatan di kapal berdasarkan ketentuan dalam SOLAS Chapter Life Boats SekociLife boat Sekoci adalah alat keselamatan di atas kapal yang dipakai oleh ABK atau crew kapal apabila terjadi keadaan darurat yang mengharuskan semua awak kapal untuk meninggalkan Life Raft Rakit PenolongLifeRaft adalah rakit penolong yang berada di dalam sebuah box, berbahan karet dan terletak di sisi kanan dan sisi kiri kapal. Life raft ini digunakan ketika ABK atau crew kapal tidak mempunyai waktu cukup untuk menurunkan Life Bouy Pelampung KeselamatanLife bouy adalah alat keselamatan ABK atau crew di atas kapal yang berbentuk lingkaran serta dirancang dari bahan dasar plastik yang kuat tapi ringan dan disimpan di tempat yang mudah untuk dijangkau. Pada Ring bouy wajib tertera nama kapalnya serta tali yang diikatkan pada body dengan tujuan sebagai pegangan oleh korban yang Life Jacket Jaket penolongLife Jacket adalah sebuah jaket penolong atau baju yang dirancang khusus membantu setiap orang yang memakainya akan tetap mengapung di atas permukaan air laut selama 24 jam, sehingga hidung dan mulutnya aman dari kemasukan air. Life jacket SOLAS diberi warna orange yang terang dan wajib dilengkapi dengan peluit serta lampu dengan kekuatan cahaya 3,5 lumens yang mampu menyala terus-menerus selama kurang lebih 45 menit. Klik Disini untuk mengetahui aksesoris yang menempel pada Life Jacket5. Immersion SuitImmersion Suit adalah perlengkapan live saving appliances yang berfungsi untuk melindungi dan mencegah suhu tubuh mengalami penurunan yang disebabkan oleh dinginnya air laut. Semua kapal diwajibkan mempunyai alat keselamatan ini minimal harus ada 2 buah Immersion suit di atas kapal dan juga harus ada di dalam sekoci atau life boat. Klik Disini untuk mengetahui perbedaan immersion suit dengan life Thermal Protective Aid TPAThermal Protective Aid TPA adalah alat keselamatan ABK atau crew di atas kapal yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh agar tidak mengalami hyporthermia di atas permukaan laut. Thermal Protective Aid dibuat secara khusus agar tahan air serta dapat menghantarkan panas yang Man Over Board MOBManOver Board MOB adalah alat keselamatan ABK atau crew di atas kapal untuk memberikan sinyal yang berupa gumpalan asap berwarna orange dan pada malam hari memperlihatkan sinyal berupa lampu dengan warna putih kedap kedip, Sinyal ini memberikan tanda bahwa pada posisi tersebut terdapat orang yang jatuh ke laut. Disimpan pada kedua sisi haluan kapal Bridge wing serta disematkan pada life bouy. Man over board atau MOB merupakan alat pyroteknik yang dirancang dengan material yang menghasilkan reaksi kimia seperti Nyala api, asap, Gas dan lain Rocket Parachute SignalRocketparachute signal adalah perlengkapan keselamatan atau live saving appliances equipment yang ada di atas kapal yang berfungsi memberikan atau memancarkan tanda minta bantuan signalling for help dengan cara mengeluarkan cahaya atau nyala api yang disertai dengan asap tebal berwarna Red Hand FlareRedhand flare adalah salah satu perlengkapan keselamatan atau live saving appliances equipment yang harus ada di atas kapal yang memiliki fungsi dalam mencuri perhatian dari pada tim pencari atau memudakan tim penyelamat untuk memberitahukan kepada mereka mengenai posisi kita di atas permukaan laut. Pada Saat dinyalakan, Red hand flare ini akan mengeluarkan cahaya berwarna merah seperti kembang api selama 60 detik disertai dengan gumpalan asap tebal. Alat ini dismpan di dalam anjungan kapal, di dalam life bouy sekoci dan di dalam life Bouyant Smoke SignalBouyant Smoke signal adalah alat keselamatan ABK atau crew di atas kapal yang mempunyai fungsi tidak jauh berbeda dengan red hand flare dan rocket parachute signal hanya saja bouyant smoke signal mengeluarkan asap tebal serta memiliki bentuk yang lebih besar. Peralatan ini berfungsi untuk memberikan tanda atau posisi kapal dengan cara mengeluarkan gumpalan asap tebal yang berwarna merah sehingga dengan mudah menemukan posisi kita yang sedang dalam keadaan bahaya dan gampang terdeteksi oleh tim pencari atau penyelamat. Peralatan ini disimpan di atas anjungan dan juga terdapat pada kedua sekoci yang ada di atas Line Throwing AppliancesLine Throwing Appliances adalah alat keselamatan ABK atau crew di atas kapal yang di dalamnya berisi tali dan roket yang digunakan untuk menembakkan roket tersebut ke kapal lain. Rocket tersebut akan ditembakkan ke kapal lain yang datang bermaksud untuk menolong kapal yang sedang dalam keadaan darurat, Line throwing tersebut akan menjadi penghubung antara kapal yang ditolong dan kapal yang menolong sebagai jalan dan akses ABK atau crew untuk menyelamatkan Pilot LadderPilot Ladder adalah merupakan peralatan keselamatan ABK atau crew di atas kapal yang dipasang dan digantung di lambung kapal sebagai akses untuk naik dan turun kapal. Tangga ini dipasang apabila ada tim inveksi, pandu, agen atau syabandar yang akan naik ke atas kapal pada saat kapal sedang berlabuh jangkar. tangga ini menjadi satu-satunya akses untuk naik atau turun saat kapal sedang berlabuh jangkar sehingga keamanan dari pada pilot ladder ini harus selalu diperhatikan dan dipastikan Jason's cradle Jason's cradle adalah alat penyelamat maritim. Perangkat ini mirip dengan jaring yang terbuat dari anyaman kain. dapat digantung di atas rel, tetapi memiliki rangka yang lebih kaku sehingga lebih mudah untuk didaki, digunakan untuk menyelamatkan seseorang yang kesusahan dan membantunya keluar dari kapal, menarik orang di dalam air ke arah perahu. Peralatan ini juga sangat berguna jika orang tersebut mengalami cedera dan tidak dapat menarik dirinya sendiri menggunakan tali atau itu, standar keselamatan yang terus berkembang menuntut kebutuhan peralatan yang diperbarui di atas kapal. Jika Anda memiliki saran untuk ditambahkan ke daftar ini, beri tahu kami di kolom komentar di artikel ini hanya membahas 13 Peralatan Keselamatan di Atas Kapal dan masih banyak lagi kelengkapan alat keselamatan lain yang harus ada pada kapal sebagai peralatan pendukung berlayar. Sekian artikel tentang Life Saving Appliances LSA pada Kapal Laut, semoga bisa bermanfaat. Simak terus artikel dan informasi terbaru kami di Terima kasih. ArticlePDF AvailableAbstractOne of the efforts to prevent or reduce accidents at work is the use of work safety tools. Fires can occur anywhere, one of which can occur in water transportation equipment, namely ships. Ship accidents caused by fire hazards are very likely to occur. Ships must be detected early to prevent the occurrence of such fires. Therefore, it is necessary to know the use of fire detection equipment in supporting safety on ships. The aim is to prevent fire hazards from spreading and support the ship’s safety, cargo, and, humans. life. This research was carried out on the ship MT Mabrouk. The method used in this research /is a qualitative method that produces descriptive data. Based on the results of research and discussion of problems regarding the fire detection equipment, It was found that there were problems with the ship's lack of coordination with the company and the responsibility of the ship's officers for fire detection equipment that is lacking so that the fire detection device does not function properly. Therefore, the captain must ensure that safety equipment such as tools to start activities to achieve safety from fire hazards is also carried out to control reports made by officers responsible for this equipment. The results of the research and observation can be concluded that shipping companies pay less attention to safety for their crews including ships and their cargo because of a lack of concern for the procurement of safety equipment on board. The author’ is that it is hoped that the participation of shipping companies in supporting the procurement of ship safety equipment for safety at sea. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915888 Peranan Alat Deteksi Kebakaran Dalam Menunjang Keselamatan di Kapal MT. Mabrouk Erwin Sutantyo1, Susanti2 1,2 Program Studi Nautika, Politeknik Maritim Negeri Indonesia Jl. Pawiyatan luhur I/1 Bendan Duwur Semarang 50233 Email 1esutanyo 2susanti Abstrak Salah satu upaya mencegah atau mengurangi kecelakaan pada saat kerja adalah peranan penggunaan alat-alat keselamatan kerja. Kebakaran dapat terjadi dimana saja salah satunya dapat terjadi pada alat transportasi air yaitu Kapal. Musibah kecelakaan kapal yang disebabkan oleh bahaya kebakaran sangatlah mungkin terjadi. Kapal haruslah dideteksi scara dini agar dapat mencegah terjadinya kebakaran. Untuk itu perlu mengetahui peranan alat deteksi kebakaran dalam menunjang keselamatan di kapal. Tujuannya adalah untuk membantu pencegahan bahaya kebakaran agar tidak meluas dan untuk mendukung keselamatan di atas kapal yaitu keselamatan kapal, muatan serta keselatan jiwa manusia. Penelitian ini dilakukan di atas kapal MT Mabrouk. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan dengan menghasilkan data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan masalah tentang peranan alat deteksi kebakaran, ditemukan adanya masalah-masalah kurangnya koordinasi pihak kapal dengan perusahaan tanggung jawab perwira kapal terhadap alat deteksi kebakaran yang kurang sehingga mencegah detektor kebakaran bekerja dengan benar. Oleh karena itu nakhoda harus tegas sehingga peralatan keselamatan seperti detektor kebakaran diprioritaskan untuk memastikan navigasi yang aman terhadap bahaya kebakaran guna mencapai pelayaran yang aman dari bahaya kebakaran selain itu nakhoda juga harus melakukan controlling kebawah terhadap laporan yang dibuat oleh perwira yang bertanggung jawab terhadapt alat tersebut. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan pelayaran kurang memperhatikan keselamatan bagi pelautnya termasuk kapal dan muatannya karena kurangnya kepedulian untuk pengadaan peralatan-peralatan keselamtan di atas saran yang penulis berikan adalah diharapkan adanya peran serta perusahaan pelayaran dalam mendukung pengadaan peralatan -peralatan keselamatan di atas kapal. Kata kunci alat deteksi kebakaran, keseLamatan kapal Abstract One of the efforts to prevent or reduce accidents at work is the use of work safety tools. Fires can occur anywhere, one of which can occur in water transportation equipment, namely ships. Ship accidents caused by fire hazards are very likely to occur. Ships must be detected early to prevent the occurrence of such fires. Therefore, it is necessary to know the use of fire detection equipment in supporting safety on ships. The aim is to prevent fire hazards from spreading and support the ship’s safety, cargo, and, humans. life. This research was carried out on the ship MT Mabrouk. The method used in this research /is a qualitative method that produces descriptive data. Based on the results of research and discussion of problems regarding the fire detection equipment, It was found that there were problems with the ship's lack of coordination with the company and the responsibility of the ship's officers for fire detection equipment that is lacking so that the fire detection device does not function properly. Therefore, the captain must ensure that safety equipment such as tools to start activities to achieve safety from fire hazards is also carried out to control reports made by officers responsible for this equipment. The results of the research and observation can be concluded that shipping companies pay less attention to safety for their crews including ships and their cargo because of a lack of concern for the procurement of safety equipment on board. The author’ is that it is hoped that the participation of shipping companies in supporting the procurement of ship safety equipment for safety at sea. Keywords Fire detection device, safety, ship JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915889 1. PENDAHULUAN Alat deteksi kebakaran merupakan system pemadam kebakaran yang instalasinya posisi dipasang tetap dan dapat mengalirkan media pemadam ketempat kebakaran dengan jumlah yang cukup dan diharapkan kebakaran dapat dipadamkan tanpa banyak melibatkan aktifitas. Salah satu yang menyebabkan musibah kebakaran di atas kapal karena tidak ada alat deteksi yang memberikan informasi secara cepat, dengan demikian kebakaran akan terjadi dan mengakibatkan kebakaran badan kapal. Akibatnya tidak hanya kerugian material bahkan manusia akan menjadi korban. Dalam penelitian ini pentingnya peranan alat detektor kebakaran untuk mendeteksi dini terjadinya kebakaran di atas kapal awal terjadinya kebakaran biasanya timbulnya asap. Dengan demikian peranan alat deteksi tersebut akan bekerja memonitoring asap/flame dan dilengkapai dengan alat sensor asap dengan sistem alarm kebakaran. Dengan adanya alat deteksi kebakaran dengan cepat bahaya kebakaran di atas kapal dapat segere diketahui. Selanjutnya alat detektor tersebut sangat membantu dalam penanganan dan pencegahan kebakaran di atas kapal. Fungsi alat deteksi tersebut untuk menanggulangi kebakaran yang sewaktu-waktu akan terjadi, untuk itu peneliti memilih kapal MT. Mabrouk dihjadikan obyek penelitian. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk meneliti terkait pada penanganan kebakaran di atas kapal secara dini dengan alat detektor tersebut dapat menunjang keselamatan di atas kapal MT. Mabrouk terhadap terjadinya kebakaran pada kapal yang akan menimbulkam kerugian dalam jumlah yang cukup besar. Dalam penelitian terdahulu tentang Fire spot detector untuk deteksi dini terjadinya kebakaran di kapal, sedang yang penulisteliti adalah secara umum untuk membantupencegahan bahaya kebakaran dan untuk mendukung keselamatan antara lain yaitu keselamatan kapal, keselamatan muatan dan juga keselamatan jiwa manusia di atas kapal, dengan alat sedang pembedanya, pada perncangan fire spot Berdasarkan uraian tersebut diatas penulis merumuskan pokok-pokok masalahnya yaitu fungsi dan peranan alat deteksi kebakaran untukmenunjang keselamatan di kapal MT. Mabrouk. Adapaun tujuan penelitian selama melaksanakan penelitian di kapal MT. Mabrouk dan bagaimana sistem penerapan MT. Mabrouk, penulis menerapkan teori pada studi kepustakaan dengan keadaan yang ditemukan di kapal. Tujuan mengetahui fungsi alat deteksi untuk menanggulangi terjadinya kebakaran dan menunjang keselamatan di kapal MT. Mabrouk, penulis menerapkan teori pada studi kepustakaan dengan keadaan yang ditemukan di kapal selanjutnya manfaat penelitian, bagi perusahaan waruna Nusa Sentana dan Kapal MT. Mabrouk, para crew dan perwira di kapal kemudian memberikan penyuluhan kepada seluruh armada agar terus meningkatkan pengetahuan alat deteksi guna untuk menghindari dan mengurangi resiko kejadian yang tidak diinginkan bagi instansi memberikan tambahan bahan kajian di kampus Mengingat seringnya terjadi kebakaran kapal di negara kita, maka diperlukan sistem deteksi dini cerdas untuk mencegah terjadinya kebakaran di dalam kapal yang mampu mebndeteksi secara dini sehingga tidak menimbulkan kerugian material dan korban jiwa Ahmad, 2010 2. METODE PENELITIAN Obyek penelitian, deteksi Dini terjadinya kebakaran dan menunjang keselamatan di kapal. Pendeteksi kebakaran adalah alat yang berfungsi mendeteksi secara dini kebakaran agar kebakaran tidak membesar, maka upaya untuk untuk mematikan apai dapat segera dilakukan sehingga dapat meminimalisasi kerugian sejak awal. Perolehan data penelitian dapat dilakukan dengan interview, observasi, studi pustaka dan studi dokumen. Perlakuan pada obyek penelitian, variable bebas pada penelitian ini adalah keselamatan di kapal. Metode atau cara pemecahan beserta prosedur yang digunakan untuk meneliti, dilaksanakan pada kapal yang memerankan fungsi alat detektor untuk deteksi dini kebakaran dan menunjang keselamatan di kapal. Pemilihan subyek penelitian di mana peneliti memilih responden yang dianggap dapat mewakili untuk menjadi sumber data yang mantap berdasarkan pertimbangan untuk menemukan jawaban mengenai bagaimana peran alat detektor untuk deteksi dini terjadinya kebakaran dan menunjang keselamatan di kapal Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kapal MT Mabrouk merupakan salah satu kapal tanker milik PT Waruna Nusa Sentana. Kapal inii merupakan kapal tanker dengan DWT dan mempunyai awak sebanyak 28 orang termasuk Nakhoda. MT Mabrouk merupakan kapal yang dirilis pada tahun 2003 berbendera Panam sebelum diganti dengan Indonesia. Saat ini PT waruna Nusa Sentana memiliki 42 kapal tangker. Saat ini armada yang dimiliki PT. Waruna Nusa Sentana adalah memuat minyak dengan berbagai jenis minyak seperti, chemical, produk dan crode oil yang dicarter oleh Pertamina yang berlayar di perairan Indonesia. MT. Mabrouk merupakan salah satu kapal yang disewa untuk mengangkut bahan mentah minyak atau crude oil dari Kuala Linggi ke Balikpapan. Alat detektor untuk deteksi dini terjadinya kebakaran dan menunjang keselamatan di kapal JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915890 MT. Mabrouk. Kurangnya pengetahuan kru kapal terhadap terjadinya kebakaran di kapal maka perlu kedisiplinan dan pengetahuan tentang sistem deteksi dini sehingga tidak menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Peneliti menemukan masalah pada kru rating ketika jam istirahat kerja sering merokok di dapur tetapi kru tidak sadar bahwa tindakan tersebut membahayakan pada kapal. Kru juga tidak mempedulikan alat smoke detector di dapur yang sudah kotor atau tertutup debu padahal alat tersebut sangat penting untuk mendeteksi dini kebakaran di atas kapal. Kemudian temuan selanjutnya kru rating pada saat di kamar sering menutup smoke detector dengan menggunakan plastik hal tersebut bertujuen agar smoke detector tidak berfungsi atau waktu kru merokok pada panel anjungan tidak mendeteksi kamar kru tersebut kalau ada asap. Kru masih kurang pengetahuan tentang fungsi alat tersebut dan kru juga mengabaikan setiap bulan ada Latihan kebakaran di kapal. Kru masih bingung ketika melakukan drill padahal mualim III sudah memberi master list pada setiap jabatan di atas kapal. Dalam pelaksanaannya banyak orang atau awak kapal bahkan perusahaan pelayaran yang sering sekali mengabaikan pentingnya alat deteksi dini kebakaran. Sering terjadinya masalah-masalah di laut mengenai masalah kebakaran yang disebabkan kurang memperhatikan peranan alat tersebut dalam pencegahan bahaya kebakaran. Sehingga alat deteksi tersebut harus dilakukan perawatan secara rutin dan pengetesan agar mengetahui bahwa alat tersebut masih berfungsi atau sudah tidak bisa digunakan lagi dan harus diganti dengan alat yang baru. Sebagai contoh dalam gambar tidak terawatnya alat deteksi kebakaran, sehingga hal ini akan sangat membahayakan keselamatan di atas kapal salah satunya karena kurangnya pemahaman tentang alat tersebut. Berdasarkan analisa yang penulis peroleh selama melaksanakan penelitian di kapal MT. Mabrouk, belum sepenuhnya tercapai. Banyak factor yang berpengaruh dalam kegiatan pencegahan bahaya kebakaran, yaitu alat-alat deteksi yang tidak dapat berfungsi atau tidak memadai dan juga kedisplinan atau tanggung jawab. Dari uraiannya sebelumnya secara garis besar dapat dtarik kesimpulan bahwa alat deteksi tersebut sangat membantu mengatasi dalam pencegahan bahaya kebakaran di atas kapal guna pelayaran yang aman. Dalam penanganan di atas kapal secara dini dengan alat deteksi tersebut dapat menunjang keselamatan diatas kapal Menunjang keselamatan di kapal MT. Mabrouk. Alat detektor di kapal Sangatlah penting dalam mengantipasi secara dini dikarenakan alat deteksi kebakaran tersebut dapat mengirimkan tanda-tanda adanya timbul asap yang kemudian dapat diketahui dimana tempat terjadinya kebakaran. Dengan demikian toleh indakan yang dilakukan oleh kru dalam bertindak sebagai pemadaman ntuk bertindak dengan cepat dan sitematis. Dengan demikian dapat diketahui bahwa alat deteksi dini kebakaran sangat menunjang dalam pencegahan bahaya kebakaran secara cepat. Dalam mencegah kebakaran agar tidak meluas dan juga sebagai alat pendukung keselamatan terhadap bahaya kebakaran secara cepat. Pembahasan dalam membantu pencegahan kebakaran agar tidak meluas, alat deteksi kebakaran merupakan alat yang dapat memberikan tanda secara dini akan terjadinya kebakaran hal ini mengartikan bahwa kebakaran sudah terjadi dan termonitor oleh alat tersebutdan kemudian memberikan sinyal atau tanda yang menyatakan bahwa kebakaran sedang terjadi namun kebakaran tersebut belum meluas. Dengan adanya kebakaran yang belum meluas tersebut maka pemadaman masih bisa dilakukan secara cepat dan otomatis karena alat deteksi kebakaran selain, memberiyahukan adanya kebakaran yang terjadi juga dapat untuk mengetahui di mana lokasi dari terjadinya bahaya kebakaran tersebut. Alat deteksi kebakaran diawali dari penerimaan terhadap asap dan panas kemudian menuju ke panael kebakaran yang dimana dapat diketahui lokasi kebakaran dan ke fire alarm yang dapat memberikan tanda bahaya terhadap kru atau penumpang di atas kapal tersebut dan pencegahan agar tidak meluasnya api atau bahaya dapat tercapai dengan bantuan alat deteksi kebakaran tesebut. Alur alat tersebut seperti dijelaskan oleh mualim III. Seperti gambar di bawah yang bagaimana suatu alat dapat memberikan tanda bahaya jkebakaran yang berate juga dapat mencegah bahaya kebakaran agar tidak meluas. Gambar alur dari alat deteksi kebakaran JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915891 Alur dari alat deteksi kebakaran sebagaimana tampak pada gambar diatas adalah sebagai berikut a. Detektor A Detektor adalah sensor yang dapat merasakan adanya unsur api. Bila ada api, Detektor ini mengirim sinyal ke panel control dan juga bisa dimatikan dari fire control, kemudisn jiks alat detector tidak aktif akan bunyi alarm di fire control di anjungan. Dan semua alat detektor sudah ada daftar lokasi di fire control. Jadi ketika ada alarm bunyi bisa mengetahui lokasinya. Gambar Alat Deteksi kebakaran yang dapat berfungsi dengan baik dan akan dilanjutkan menuju panel control Alat deteksi kebakaran ini mendeteksi adanya bahaya kebakaran dengan macam-macam cara Deteksi asap, deteksi panas, maupun deteksi nyalaa api, akibat dari bekerjanya alat-alat tersebut suatu sinyal listrik dikirimkan ke bagian panel control alarm bahaya sebagai suatu input data yang akan diolah lebih lanjut b. Panel kontrol alarm bahaya B Panel kontrol alarm kebakaran merupakan pengendali sistem secara keseluruhan yang merupakan otak dari sistem tersebut. Panel control membagi area perlindungan manjadi beberapa zone. Pembagian ini memudahkan kita untuk mengetahui bagian bangunan mana yang terbakar sinyal yang dikirim detektor diperiksa panel control. Lalu panel control menghasilkan dua sinyal secara serentak. Sinyal pertama mengaktifkan alarm, sinyak kedua memberikan peringatan, di mana tempat yang sedang teradi kebakaran melalui lampu indicator Gambar Panel control Yang menerima alur dari alat deteksi kebakaran dan akan dilanjutkan menuju alarm kebakaran Panel kontrol alarm bahaya merupakan unit pengontrol yang akan mengadakan pengolahan, seleksi dan evaluasi data hasilnya merupakan output yang juga berisi informasi tetang lokasi kebakaran bisa disebutkan berupa nomer ruangan. Sehingga dengan demikian petugas mengetahui diruangan mana yang terjadi kebakaran. Output dari unit kontrol tersebut juga secara otomatis mengaktifkan peralatan dipusat alarm tanda bahaya berupa alarm, lampu, telpon dsb. c. Alarm kebakaran C Alarm adalah tanda bahaya yang berupa suara, sinar atau lampu. Alarm juga bisa di operasikan otomatis atau manual dengan cara menekan tombol alarm, alarm akan mendeteksi di mana tempat timbulnya api Setelah alarm bahaya berbunyi C dan lokasi kebakaran diketahui maka petugas dapat segera melakukan tindakan pemadaman. Api otomatis maka sinyal dari unit control dapat langsung mengaktifkan perlatan tersebut misal sprinkler otomatis Dari hasil pemaparan di atas bagaimana agar alat tersebut dapat membantu mencegah bahaya kebakaran agar tidak meluas yang karena sesuai alur kerja dari alat deteksi tersebut, yang memberikan tanda bahaya kebakaran dan berikut lokasi kebakaran. Detector kebakaran dapat membantu keamanan. Detektor kebakaran dapat memberikan indikasi bahaya JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915892 kebakaran yang akan datang di kapal Ketika alarm kebakaran terdengar, kita memiliki lebih sedikit waktu untuk bertindak pada penyelamatan. Gambar alarm kebakaran yang dapat memberikan tanda bahaya kebakaran kepada seluruh penumpang di atas kapal Ada tiga jenis penyelematan yaitu menyelamatkan kapal, menyelamatkan diri sendiri dan menyelamatkan cargo. Hasil pernyataan di atas kita dapat mengetahui bahwa dengan adanya peringatan bahaya dini kita dapat lebih sigap dalam menyelamatkan kapal, muatan dan diri kita. Dari ketiga bentuk penyelamatan yaitu a. Menyelamatkan Kapal Kita ketahui bahwa kapal mempunyai harga jual yang sangat tinggi maka dari itu segala bentuk penyelamatan harus dilakukan guna menyelamatkan kapal jika memungkinkan, termasuk penyelamatan kapal terhadap bahaya kebakaran. Maka dari itu dalam menyelamatkan kapal alat deteksi kebakaran sangat besar peranannya Gambar Segitiga yang saling berkaitan untuk dapat membentuk api atau kebakaran di atas kapal b. Menyelamatkan Muatan Dengan adanya peringatan dini bahaya kebakaran kita dapat segera melakukan Tindakan pemadaman di mana kebakaran itu berada. Misalnya di lokasi tersebut terjadi kebakaran dan terdapat muatan seperti cargo atau barang-barang maka kita dapat memindahkan barang-barang tersebut jauh dari lokasi kebakaran sambil kita memadamkan kebakaran tersebut jika pemadaman sukses maka barang yang dipindahkan tadi tidak ikut terbakar. Hal inilah yang mengartikan bahwa alat detektor tersebut sangatlah mendukung dalam keselamatan termasuk keselamatan kapal dan muatan c. Menyelamatkan Jiwa Manusia Peran detektor kebakaran tidak hanya untuk berkontribusi pada keselamatan kapal dan muatannya, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa, hal ini dapat terjadi Ketika detector kebakaran dapat menangkap asap di kabin kru dan kru tidur dengan alarm kebakaran berbunyi, kru bangun dari tidurnya dan Tindakan dapat diambil alat pemadam kebakaran Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa peran detektor kebakaran sangatlah penting. Pemeliharaan detektor kebakaran Detektor kebakaran adalah alat yang suatu saat bisa rusak. Oleh karena itu, perawatan dan inspeksi alat harus dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dengan cepat pada peralatan pendeteksi kebakaran untuk mendukung keselamatan jiwa di laut. di atas kapal MT. Mabrouk adalah alat pendeteksi yang tidak lengkap dan juga kurang disiplin dalam akuntabilitasnya. JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915893 Di atas kapal dalam waktu seminggu sekali alat deteksi kebakaran harus dilakukan perawatan di semua ruang akomodasi di Pump Room dan Kamar mesin, biasanya di ruang akomodasi banyak terpasang smoke detector di setiap ruang, cara kerja smoke detector terdiri dari dua jenis yaitu - Ionisation Smoke Detector yang bekerjanya berdasarkan tumbuan partikel asap dengan unsur radioaktif di dalam ruang detektor Smoke Chamber - Photoelectric Type Smoke Detector yang bekerjanya pembiasan cahaya lampu LED di dalam ruang detektor karena adanya asap yang masuk dengan kepadatan tertentu. Kemudian cara kerja Heat Detector ROR Rate of Rise pada jenis ROR adalah dengan mendeteksi perubahan suhu ruangan sebesar 12-15 derajat celcius per menitnya. Sistem ROR Heat Detector dapat bekerja di bawah suhu api pada umumnya. Cara kerja Heat Detector Fixed adalah pendeteksi panas yang digunakan pada ruangan-ruangan dengan memiliki suhu relative tinggi. Cara kerja detektor gas menggunakan sensor untuk mengukur konsentrasi gas di mana arus listrik dihasilkan dan dapat diukur dengan reaksi kimia yang terjadi oleh gas referensi yang diberikan dan pengukur skala, yang menghasilkan arus listrik yang dapat diukur ketika reaksi kimia disebabkan oleh gas tertentu. Perangkat awal dirancang untuk memantau satu gas, tetapi saat ini detektor gas dapat mengukur beberapa gas sekaligus, biasanya gas seperti oksigen O2, gas atau uap yang mudah terbakar LEL , hidrogen sulfida H2S dan karbon monoksida H2S, ini adalah gas yang dikendalikan oleh detector, gas, persyaratan minimum yang ditetapkan oleh aturan SOLAS XI/17. Perawatan alat deteksi kebakaran secara umum terdiri dari lima langkah yang berbeda. Hati -hati saat melakukan perawatan karena kesalahan sederhana pun mampu menyebabkan kegagalan pada alarm kebakaran dan tidak berfungsi melindungi awak kapal dari kebakaran 1. Kalibrasi dan uji sensor alat deteksi kebakaran berikut langkah-langkah kalibrasi gas detector Gambar Gas Detector a. Pertama tekan dan tahan tombol AIR kemudian disusul dengan menekan tombol Power Mode secara bersamaan tahan sampai gas detector berbunyi suara dan mulai hidup. b. Kedua akan muncul tulisan start pada layar gas detector tekan tombol AIR kemudian atur waktu dan tanggal saat itu dengan mengaturnya dengan cara tekan tombol AIR untuk merubah angka dan POWER MODE untuk memindah atau spasi. c. Kemudian tekan tombol POWER MODE untuk menemukan menu “Perform Fresh Air Adjustment” kemudian akan muncul tulisan atau batas rata-rata gas, kemudian tekan AIR dan muncul tulisan “Realease” kemudian tekan lanjut atau tekan tombol AIR dan tekan tombol end d. Kemudian sambungkan selang kecil ke gas composition ke alat gas detektor, kemudian buka 10 persen untuk gas compositionnya kemudian akan muncul detektor yang ada di gas composition tersebut di layar gas detektor. 2. Uji suara deteksi kebakaran dan alat simulasi, ini membutuhkan instruksi yang sangat tepat dan sebaiknya diserahkan kepada mualim III atau mualim I di atas kapal. Ada beberapa macam suara tanda bahaya di atas kapal pada saat bermanuver atau mendengar suara bising. Nahkoda biasanya memberitahukan kepada semua awak kapal bahwa itu adalah suara bor, berikut cara mengetes suara detektor kebakaran. a. Semua pusat suara berada di panel kontrol di anjungan dan pilih salah satu bell berada di ruangan tertentu. b. Di panel kontrol ada nada menu dan daftar ruangan tersebut dan bisa di hidup dan matikan sesuai yang dipilih. c. Lakukan car aitu dengan berganti-ganti suara dan ruangan d. Jika sudah biasa mengecek lampu apakah masih lama atau mati dan suara rusak atau bagus e. Kemudian matikan Kembali dan atur Kembali seperti awal lagi JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915894 Gambar control panel 3. Periksa korosi ada baterai alarm lakukan pergantian baterai secara independent paling tidak 6 bulan sekali. Korosi adalah kerusakan atau degradasi suatu logam akibat reaksi redoks anatar logam dan zat-zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang diinginkan Gambar baterai korosi Dari pernyataan di atas dapat kita lihat bahwa kedisplinan dapat menunjang berfungsinya suatu alat tersebut yaitu dengan perawatan, pengecekan dan pengetesan secara baik dan rutin. Jika alat deteksi kebakaran tersebut berfungsi dengan baik maka pencegahan kebakaran secara dini akan cepat teratasi dan pelayaran aman terhadap bahaya kebakaran 4. KESIMPULAN Peranan alat deteksi kebakaran adalah salah satu fungsi untuk menyelamatkan orang dan muatan dari bahaya kebakaran. Kurangnya kedisiplinan dalam bertanggung jawab adanya pengawasan terhadap timbulnya asap di ruang lorong yang banyak dalam kapal mengakibatkan sering terjadi kebakaran. Apabila api telah membesar dan asap hitam sudah mengepul keluar maka timbullah kebakaran dan akan membuat kerugian yang cukup banyak. Kebakaran pada kapal akan menimbulkan kerusakan dan membuat kerugian yang besar akan merugikan pihak dari kru kapal dan perusahaan itu sendiri, pengawasan dan pengontrolan alat deteksi ini dilakukan seminggu sekali untuk pengetahuan kru kapal tentang tugas dan tanggung jawab. Berfungsinya alat deteksi diketahui jika ada pengecekan dan dilakukan pengetesan secara rutin dan benar kemudian pergantian alat deteksi yang mestinya harus diganti Beberapa macam cara agar kedisiplinan dalam perawatan, pengecekan dan pengetesan dapat berjalan dengan baik yaitu dengan cara 1. melakukan inspection atau kunjungan mendadak terhadap kebenaran laporan yang telah dibuat oleh perwira yang bertanggung jawab. 2. Nahkoda melakukan controlling terhadap semua laporan dan tidak mudah percaya begitu saja. 3. Memilih perwira yang benar-benar bertanggung jawab akan tugasnya. JURNAL MARITIM POLIMARIN, VOL. 8, NO. 1, APRIL 2022 E-ISSN 2540-915895 4. Ketegasan pimpinan dalam mengkoordinir anak buahnya untuk lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya. 5. Memberikan bonus terhadap crew jika tugasnya dapat dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab termasuk mengenai perawatan terhadap alat deteksi kebakaran. Langkah-langkah diatas diharapkan supaya kedisiplinan dalam bentuk tanggung jawab terhadap alat, seperti perawatan, pengecekan dan pengetesan dapat berjalan dengan baik guna menunjang peranan alat deteksi kebakaran di atas kapal. DAFTAR PUSTAKA Badan Diklat Perhubungan, 2000, Fire Prevention and Fire Fighting. Semarang Politeknik Ilmu Pelayaran International Maritime Organization, 2011, Safety Of Life At Sea SOLAS. Amerika of Minnesota. Ma’ruf Abdulah, 2015, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta Aswaja Pressindo. Lestari, F., Fikawati, S., Syafiq, A., dan Sukmaningtias 2011, Kajian keselamatan kebakaran pada kapal. Jakarta. Agus Sampurno, 2015,alat pemadam kebkaran. diakses 05 Februari 2017. Arnaz Sofian, 2020, Kapal New Diomond Terbkar di Perairan Sri Langka. diakses 10 September 2020. Endlessafe, 2018, Pemeriksaan dan Perawatan Sistem Fire Alarm. diakses 20 Januari 2019. Putut Suyoso, 2019, Optimalisai Alat Deteksi Kebakaran. diakses 22 Juli 2020. Wahyu Asyari Muntoha, 2015, Tips Pemeliharaan Fire Alar. diakses 26 September 2018. proteksi kebakaran otomatis manajemen perawatan alat deteksi kebakaran detector untuk deteksi dini terjadinya kebakaran di atas kapal Achmad Ali MashartantoFauziah RoseliaAndrianus Deni Kristianem>Safety equipment merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk menjamin keselamatan dalam menjalani pekerjaan. Tidak semua alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal dapat bekerja dan terpelihara dengan baik Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi penyabab perlu diadakannya sebuah sistem perawatan safety equipment di kapal dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja secara baik dan tidak mengalami malfunction di kapal MT. Gas Natuna. Data yang diperoleh adalah data yang dikumpulkan dari hasil observasi dimana peneliti mengamati langsung objek penelitian, dokumentasi dimana peneliti mengambil gambar menggunakan kamera sebagai alat pendukung, dan wawancara dimana peneliti mengajukan pertanyaan langsung kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat. Karya Ilmiah Terapan ini menggunakan pendekatan metode Miles & Huberman analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Data yang disajikan adalah data primer dan data sekunder diperoleh peneliti saat melaksanakan praktek laut selama sembilan bulan delapan hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab perlu diadakannya perawatan terhadap safety equipment di kapal MT. Gas Natuna adalah menerapkan aturan pemerintah Indonesia, ketetapan SOLAS 1974, IMO, ILO, ISM Code. Adapun juga bahwa upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja dengan baik dan tidak mengalami malfunction adalah dengan melaksanakan perawatan secara rutin dan berkala sesuai dengan tabel Politeknik Ilmu Pelayaran International Maritime OrganizationBadan Diklat PerhubunganBadan Diklat Perhubungan, 2000, Fire Prevention and Fire Fighting. Semarang Politeknik Ilmu Pelayaran International Maritime Organization, 2011, Safety Of Life At Sea SOLAS. Amerika of Minnesota. Ma'ruf Abdulah, 2015, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta Aswaja keselamatan kebakaran pada kapalF LestariS FikawatiA SyafiqSukmaningtias DanLestari, F., Fikawati, S., Syafiq, A., dan Sukmaningtias 2011, Kajian keselamatan kebakaran pada kapal. New Diomond Terbkar di Perairan Sri LangkaAgus SampurnoAgus Sampurno, 2015,alat pemadam kebkaran. diakses 05 Februari 2017. Arnaz Sofian, 2020, Kapal New Diomond Terbkar di Perairan Sri Langka. diakses 10 September dan Perawatan Sistem Fire AlarmEndlessafeEndlessafe, 2018, Pemeriksaan dan Perawatan Sistem Fire Alarm. diakses 20 Januari SuyosoPutut Suyoso, 2019, Optimalisai Alat Deteksi Kebakaran. diakses 22 Juli Pemeliharaan Fire AlarMuntoha Wahyu AsyariWahyu Asyari Muntoha, 2015, Tips Pemeliharaan Fire Alar. diakses 26 September 2018. Life saving appliances LSA merupakan perlengkapan di atas kapal yang harus diketahui oleh setiap crew, mulai dari tipenya, cara penggunaanya serta cara perawatannya. Namun perawatan dari pada Life saving appliances LSA merupakan tanggung jawab oleh mualim 3 Third Officer. Sehingga untuk anda yang akan mengemban posisi sebagai mualim 3 di atas kapal anda harus mengetahui secara detail mengenai perlengkapan life saving artikel ini akan membahas tentang judul utama di atas mulai dari pengertiannya, jenis dan tipenya serta cara-cara perawatannya, guna untuk membantu perwira kapal untuk memahami dengan jelas mengenai life saving itu Life Saving Appliances LSALife saving Appliances adalah perlengkapan standar keselamatan di atas kapal yang harus terpenuhi untuk memastikan dan menjamin keselamatan crew dan ABK kapal bilamana terjadi keadaan darurat, seperti kebocoran, kapal tenggelam, kapal kandas dan jenis-jenis keadaan darurat lainnya. Aturan-aturan mengenai perlengkapan Life saving appliances LSA tercantum dalam SOLAS Chapter III yang menjelaskan dengan detail mengenai alat-alat dan jumlah perlengkapannya yang harus ada di atas Life Saving Appliances EquipmentBerikut ini adalah perlengkapan life saving appliances yang harus ada di atas kapal berdasarkan ketentuan dalam SOLAS Chapter Life Boats SekociGambar. Life Boats SekociLife boat Sekoci adalah alat keselamatan di atas kapal yang digunakan oleh crew atau ABK kapal apabila terjadi keaddaan darurat yang mengharuskan semua ABK kapal untuk meninggalkan terletak di sisi kanan dan kiri kapal yang keduanya dilengkapi dengan mekanisme penggerak motor sehingga dapat berfungsi dan bekerja dengan baik dalam cuaca yang Life Raft Rakit PenolongGambar. Box Life RaftLife Raft adalah sebuah rakit penolong yang berbahan karet yang berada dalam box yang terletak di sisi kanan dan sisi kiri kapal. Life raft ini di gunakan apabila crew atau ABK kapal tidak memiliki waktu yang cukup untuk menurunkan sekoci. Alat ini tidak dilengkapi dengan rakit penolong dan juga memiliki waktu yang terbatas dalam ketahanannya di atas permukaan Life Bouy Pelampung KeselamatanGambar. Life BouyLife bouy adalah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang berbentuk lingkaran yang dirancang dari bahan dasar plastik yang kuat namun ringan yang diletakkan di tempat-tempat yang muda dijangkau di atas kapal, agar sesegera mungkin dipergunakan bilamana terjadi keadaan emergency di atas kapal seperti orang jatuh ke laut. Pada life bouy harus tertera nama kapal serta tali yang diikatkan guna untuk menjadi pegangan oleh korban yang Life Jacket Jaket penolongGambar. Life JacketLife Jacket adalah sebuah baju atau jaket penolong yang dirancang untuk membantu setiap orang yang memakainya akan terus mengapung di atas permukaan laut, sehingga hidung dan mulutnya aman dari kemasukan air. Life jacket terbuat dari gabus padat sehingga dapat bertahan mengapung di atas permukaan air selama 24 jacket diberi warna yang terang seperti orange serta serta harus dilengkapi dengan peluit dan lampu yang menyala terus-menerus selama kurang lebih 45 menit dengan kekuatan cahaya 3,5 dari pada warna terang seperti orange adalah agar muda terlihat di siang hari sehingga memberi sinyal bagi orang lain tentang adanya kemungkinan incident darurat di laut. Sedangkan fungsi dari pada lampu yang menyala terus-menerus tersebut adalah untuk memperlihatkan sinyal kepada kapal kapal yang melintas ataukapal-kapal yang berada disekitar perairan terdekat. 5. Immersion SuitGambar. Immersion SuitImmersion Suit perlengkapan live saving appliances yang berfungsi untuk melindungi dan mencegah suhu tubuh mengalami penurunan yang disebabkan oleh dinginnya air laut. Setiap kapal diharuskan memiliki alat keselamatan ini paling tidak harus ada 2 buah Immersion suit di atas kapal, serta juga harus ada di dalam life boat atau Thermal Protective Aid TPAGambar. Thermal Protective aid TPAThermal Protective Aid TPA adalah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang berfungsi untuk mengatur suhu tubu agar tidak mengalami hyporthermia di atas permukaan laut. Thermal Protective Aid dirancang sedemikian rupa agar tahan air serta bisa menghantarkan panas yang Man Over Board Orang Jatuh ke LautGambar. Man Over Board MOBMan Over Board MOB adalah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang ditempatkan di kedua sisi sayap kapal Bridge wing dan disematkan pada life bouy. Man over board merupakan alat piroteknik yang dirancang dengan bahan material yang dapat menghasilkan reaksi kimi seperti Gas, Nyala api, asap dan lain over board berfungsi untuk memberikan sinyal yang berupa gumpalan asap berwarna orange dan atau pada malam hari memperlihatkan sinyal berupa lampu dengan warna putih. Sinyal ini menandakan bahwa pada posisi tersebut ada orang jatuh ke Rocket Parachute SignalGambar. Rocket Parachute SignalRocket parachute signal adalah live saving appliances equipment / perlengkapan keselamatan jiwa di laut yang ada di atas kapal yang berfungsi untuk memancarkan tanda minta bantuan signalling for help dengan cara mengeluarkan nyala/cahaya api yang disertai dengan asap tebal berwarna Red Hand FlareGambar. Red Hand FlareRed hand flare adalah salah satu perlengkapan keselamatan jiwa di laut yang harus ada di atas kapal. Red hand flare memiliki fungsi dalam mencuri perhatian dari pada tim penyelamat untuk memberitahukan mereka mengenai posisi kita di atas permukaan laut guna untuk memudakan penyelamatan. Saat dinyalakan Red hand flare ini akan mengeluarkan cahaya kembang api selama 1 menit dan gumpalan asap tebal yang berwarna merah. Red hand flare terletak di dalam anjungan kapal, di dalam life raft dan di dalam life bouy sekoci10. Bouyant Smoke SignalGambar. Bouyant Smoke SignalBouyant Smoke signal adalah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang memiliki fungsi tidak jauh berbeda dengan rocket parachute signal dan red hand flare hanya saja bouyant smoke signal hanya mengeluarkan asap tebal serta memiliki bentuk yang lebih smoke signal berfungsi untuk memberikan tanda posisi kapal dengan cara mengeluarkan asap tebal yang berwarna merah sehingga posisi kita yang sedang dalam marah bahaya muda terdeteksi oleh tim pencari dan smoke signal terletak di dalam anjungan di atas kapal serta juga terdapat di kedua sekoci yang ada di atas Line Throwing AppliancesGambar. Line Throwing AppliancesLine Throwing Appliances adalah alat keselamatan jiwa di atas kapal yang di dalamnya berisi tali dan roket yang digunakan untuk menembakkan roket tersebut ke kapal lain. Roket tersebut akan ditembakkan ke kapal lain yang datang bermaksud untuk menolong kapal yang sedang dalam keadaan darurat, Line throwing tersebut akan menjadi penghubung antara kapal yang ditolong dan kapal yang menolong sebagai jalan dan akses crew / ABK untuk menyelamatkan Pilot LadderGambar. Pilot LadderPilot Ladder merupakan alat keselamatan jiwa di atas kapal yang digantung atau dipasang di lambung kapal guna sebagai akses untuk turun dan naik kapal. Tangga ini dipasang apabila ada pandu, tim inveksi, agen atau syabandar akan naik ke atas kapal saat kapal sedang berlabuh jangkar. Pilot ladder ini menjadi satu-satunya akses untuk naik atau turun saat kapal sedang berlabuh jangkar sehingga keamanan dari pada pilot ladder ini harus diperhatikan dan dipastikan kelayakannya. Alat keselamatan adalah salah satu hal paling krusial yang harus mendapatkan perhatian dan alat-alat ini wajib dimiliki oleh semua kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemeliharaan dan penggunaan alat – alat keselamatan pada KM. Camara Nusantara 2 yang dimiliki oleh PT. Wirayuda Maritim. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan menggambarkan pemeliharaan dan penggunaan alat – alat keselamatan pada KM. Camara Nusantara 2 yang dimiliki oleh PT. Wirayuda Maritim. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan di KM. Camara Nusantara 2 ini menunjukkan bahwa para crew kapal melaksanakan pemeliharaan alat – alat keselamatan dengan baik dan sesuai standar SOLAS Safety of Life at Sea. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the Ali MashartantoFauziah RoseliaAndrianus Deni Kristianem>Safety equipment merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk menjamin keselamatan dalam menjalani pekerjaan. Tidak semua alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal dapat bekerja dan terpelihara dengan baik Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi penyabab perlu diadakannya sebuah sistem perawatan safety equipment di kapal dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja secara baik dan tidak mengalami malfunction di kapal MT. Gas Natuna. Data yang diperoleh adalah data yang dikumpulkan dari hasil observasi dimana peneliti mengamati langsung objek penelitian, dokumentasi dimana peneliti mengambil gambar menggunakan kamera sebagai alat pendukung, dan wawancara dimana peneliti mengajukan pertanyaan langsung kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat. Karya Ilmiah Terapan ini menggunakan pendekatan metode Miles & Huberman analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Data yang disajikan adalah data primer dan data sekunder diperoleh peneliti saat melaksanakan praktek laut selama sembilan bulan delapan hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab perlu diadakannya perawatan terhadap safety equipment di kapal MT. Gas Natuna adalah menerapkan aturan pemerintah Indonesia, ketetapan SOLAS 1974, IMO, ILO, ISM Code. Adapun juga bahwa upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja dengan baik dan tidak mengalami malfunction adalah dengan melaksanakan perawatan secara rutin dan berkala sesuai dengan tabel has not been able to resolve any references for this publication.

perawatan alat keselamatan di kapal